Deskripsi
Jenis
ini berupa pohon yang dapat mencapai tinggi 50 m, diameter 200
cm, dengan batang yang tegak, lurus, dan berbanir. Tajuknya bulat, lebat,
hijau tua dan mengkilat, yang pada musim kering daunnya gugur dan
sebelum gugur daun merah. Kulit batangnya coklat keabu-abuan sampai coklat
tua, mengelupas dalam bentuk kepingan-kepingan kecil. Pepagan tebal,
merah daging di bagian luar dan putih di tepi bergerigi.
Perbungaan berbentuk tandan. Bunganya mempunyai benang sari banyak
yang merah jambu pada bagian bawah dan putih pada bagian
atas. Buahnya berbentuk bulat telur atau lonjong.
Habitat dan Penyebaran
Putat
merupakan jenis yang banyak terdapat di hutan primer tanah rendah, pada
tanah dengan drainase baik, meskipun kadang-kadang tumbuh pula di
tanah kapur. Jenis ini ditanam sebagai pengganti jati di
tempat-tempat yang terlalu basah untuk jati. Di alam jenis ini berbunga
sepanjang tahun, tetapi masa berbuah yang baik adalah pada tahun September
Desember, terutama bulan Oktober.
Kayu
putat mempunyai B.J 0.8, dengan kelas keawetan II-III dan kelas kekuatan
I-II. Kayunya mudah dikerjakan, tetapi melengkung kalau
pengeringannya kurang hati-hati, banyak digunakan untuk
perumahan, konstruksi berat, tiang, perabot rumah tangga, kapal,
lantai, panel, pelapis dan sumbu kendaraan. Tumbuhan ini dapat pula
dipakai sebagai bahan racun ikan. Daun mudanya dapat dimakan sebagai
lalap. Sampai saat ini putat belum pernah dicoba dibudidayakan
meskipun potensi pemanfaatannya cukup besar. Di Jakarta, nama pohon
ini menjadi toponim, Ciputat yang terdapat di daerah Jakarta Selatan.
Putat dari jenis Planchonia valida hampir ada di seluruh Indonesia, merupakan tumbuhan yang bermanfaat baik dari segi farmakologis, fitokimia dan ekonomis. dari segi farmakologis di daerah Kalimantan Selatan khusunya di daerah Loksado digunakan sebagai bahan antifertilitas, obat kulit dan sakit perut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar