Sabtu, 12 Agustus 2023

Melaleuca leucodendron

 NAMA BOTANIS

Galam merupakan genus Melaleuca dari famili Myrtaceae. Pada awalnya nama botanis galam (lahan rawa gambut atau pasang surut) adalah Melaleuca leucadendran Linn. samadengan nama galam kayu putih (Tim Teknisi Eksploitasi Hutan, 2000). Sacara morfologis adalah sama, tapi untuk kandungan minyaknya berbeda. Galam kayu putih lebih banyak mengandung “minyak kayu putih” dibanding galam lahan rawa. Sehingga penamaan botanis untuk galam lahan rawa (gambut atau pasang surut) adalah Melaleuca cajuputi.

Masyarakat di desa Antar Raya (Kab. Barito Kuala, Prop. Kalimantan Selatan) membedakan jenis galam ke dalam 2 varitas, yaitu galam tembaga dan galam putih. Galam tembaga memiliki kulit lebih tipis dan lebih licin dari kulit galam putih. Galam tembaga biasanya tumbuh di tepi-tepi sungai dan galam putih tumbuh agak lebih ke dalam.

SIFAT BOTANIS

Sifat fisik pohon galam tidak berbanir. Bentuk batang bulat panjang, agak lurus dan tinggi dapat mencapai 15 meter atau lebih. Tinggi bebas cabang dapat mencapai ±60%. Batang terbungkus dengan kulit oleh kulit-kulit tipis yang berlapis-lapis sehingga membentuk kulit yang tebal, berwarna kekuning-kuningan dan amat mudah lepas. Bila lapisan kulit tebal terserbut kering akan bersifat seperti gabus, sehingga tidak mudah menyerap air. Kayunya keras, berat jenis 0,85, kelas awet III dan kelas kuat II.

PERTUMBUHAN

Hutan galam merupakan hutan khas daerah hutan rawa gambut dengan kemasaman tanah yang cukup tinggi. Umumnya hutan galam merupakan hutan homogen. Namun ada pula yang tumbuh di hutan air tawar. Disamping pohon galam merupakan pohon toleran terhadap kondisi tanah asam dan tergenang.

Pertumbuhan galam yang berasal dari :

1) biji (generatif) umumnya relatif lurus dan mempunyai bentuk percabangan monopodial. Sehingga batangnya banyak digunakan untuk bahan/kayu bangunan.
2) trubusan mempunyai bentuk batang cenderung bengkok dengan bentuk percabangan sympodial. Sehingga pemanfaatan batang untuk kayu bakar. Kecuali bila diameter batang > 20 cm dengan panjang batang bebas cabang > 4 meter dijadikan kayu pertukangan.

Klasifikasi tingkat pertumbuhan jenis galam lahan rawa gambut (Melaleuca cajuputi Roxb) adalah :

1) Tingkat semai dengan diameter 2 cm – 10 cm

2) Tingkat tiang dengan diameter > 10 cm – 20 cm

3) Tingkat pohon dengan diameter > 20 cm

 MANFAAT

Pohon galam bermanfaat serba guna sejak dari buah, daun, kayu hingga kulitnya. Namun yang banyak dimanfaatkan selama ini adalah berupa kayu batang dan kayu bakar. Secara garis besar pemanfaatannya dirangkum menjadi pemanfaatan bersifat ekonomi dan ekologis.

Kayu galam dimanfaatkan antara lain :

1. kayu galam sangat berperan dalam pembangunan rumah dan gedung bertingkat yaitu sebagai pondasi cerucuk dan penyangga waktu pengecoran beton. Juga sebagai bahan baku penunjang.

2. Kulit kayu tidak banyak dimanfaatkan. Bila tak ada pembeli atau tidak digunakan sendiri biasanya hanya dibakar begitu saja. Kulit yang dibeli atau untuk keperluan sendiri digunakan sebagai “himbukan”; yaitu menutup lubang dengan kulit kayu galam dan setelah cukup padat, kemudian ditutup dengan tanah. Biasanya setelah 3 bulan akan terjadi penurunan dan selanjutnya akan diisi/diratakan dengan tanah.

3. Daun galam digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat-obatan. Minyak kayu putih disebut juga sebagai cajaput oil

4. Buah galam yang telah dikeringkan, dimanfaatkan sebagai pengganti lada hitam.

MANFAAT EKOLOGIS

Galam termasuk jenis tumbuhan yang tahan terhadap kebakaran dan kekeringan. Ini disebabkan ekologis galam yaitu fire-climax, dimana daerah bekas kebakaran menyebabkan biji galam akan tumbuh dengan cepat dan lama kelamaan akan mendominasi daerah tersebut.

Galam juga memiliki toleransi yang tinggi terhadap kebakaran. ini disebabkan adanya kulit yang tebal, sehingga mampu menahan panas yang berlebihan dan mampu melindungi kambium dari kerusakan.

Galam tidak memerlukan persyaratan tumbuh yang tinggi, terutama kesuburan tanah. Daya tumbuh dan toleransi yang tinggi mampu tumbuh pada tanah yang kurang subur.

Daun muda (pucuk) merupakan sumber makanan bagi bekantan (Nasalis larvatus).

 

SEBARAN

Galam (Melaleuca spp) tersebar di Asia Tenggra dari Semenanjung Malaka hingga ke Kepulauan Maluku (terdapat di Fhilipia). Khusus di Kalimantan Selatan menyebar secara alami di lahan rawa gambut dan pasang surut (rawa air tawar). Juga ditemukan di lahan yang relatif kering (bekas hutan kerangas) seperti di Sebuhur, Liang Anggang. Sedangkan keberadaan hutan galam di wilayah Kelurahan Landasan Ulin (PemKo Banjarbaru) akibat adanya intervenasi air daerah Liang Anggang Kec. Bati-bati (Kab. Tanah Laut).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ludwigia hyssopifolia

Nama lokal: Sumatera: Meligai (Bangka); Jawa: djukut anggereman, mainang, cacabean (Sunda); Sulawesi: kayu ragi (Manado); Filipina: pasau-...