Sabtu, 12 Agustus 2023

Gluta renghas

Jingah adalah nama umum bagi pohon-pohon anggota marga Gluta, suku Anacardiaceae. Jingah juga acap digunakan secara spesifik untuk menyebut pohon Jingah tembaga (Gluta renghas L.) yang tersebar luas. Kebanyakan jenis pohon ini menghasilkan kayu yang berkualitas baik dan indah berwarna merah.

Daun-daun tersusun dalam spiral, acapkali mengelompok membentuk karangan semu; daun tunggal bertepi rata, seperti jangat, bertangkai (jarang hampir duduk), tanpa daun penumpu. Bunga-bunga tersusun dalam malai di ketiak; masing-masing berkelamin ganda; kelopak laksana cawan, lekas rontok; mahkota (4–)5(–8), gugur atau menetap dan membesar bersama buah; benang sari (4–)5(–7), 10, atau banyak. Buah berupa buah batu beruang satu; bertangkai atau didukung perbesaran mahkota serupa sayap.

KEGUNAAN

Banyak jenis Jingah yang menghasilkan kayu yang indah, kemerahan bergaris-garis, yang dimanfaatkan secara luas untuk furnitur, panel-panel dekorasi, lantai, kayu lapis, serta kerajinan. Dalam ukuran yang besar, kayu Jingah dimanfaatkan sebagai tiang dan balok rumah, jembatan, bantalan rel kereta api, lunas perahu, moulding, dan lain-lain. Hanya saja, kandungan getahnya yang berbahaya membatasi kegunaan praktisnya. Kayu Jingah juga diproses menjadi arang. Resin getahnya dimanfaatkan dalam industri pernis. Biji dari beberapa jenis Jingah bisa dimakan setelah dipanggang. Dan salah satu jenis Jingah diketahui menghasilkan bahan pewarna.

SIFAT-SIFAT KAYU

Jingah menghasilkan kayu dengan bobot sedang; kerapatannya berkisar antara (560–)590–870(–960) kg/m³ pada kadar air 15%. Kayu terasnya berwarna merah atau merah darah, yang berangsur-angsur berubah menjadi merah gelap atau cokelat kemerahan gelap setelah terkena matahari; jelas berbeda dari gubalnya yang lebar, keabu-abuan, kekuningan, atau cokelat-merah jambu.

Serat kayunya berpadu, dengan tekstur halus sedang hingga kasar sedang. Penyusutan kayunya termasuk rendah hingga sedang: dari keadaan segar hingga kadar air 15% sebesar 1,0% dan 1,8%; dan hingga kering tanur sebesar 2,3% dan 4,3% di arah radial dan tangensial berturut-turut. Keawetan kayu Jingah tergolong kurang hingga sedang; namun kayu ini termasuk mudah diawetkan

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ludwigia hyssopifolia

Nama lokal: Sumatera: Meligai (Bangka); Jawa: djukut anggereman, mainang, cacabean (Sunda); Sulawesi: kayu ragi (Manado); Filipina: pasau-...